Etika Profesi IT- Pengonaq Media

Etika Profesi IT (Teknologi Informasi)

Kebebasan berdemokrasi, kebebasan berpendapat dan kebebasan berkreasi pada masa sekarang ini banyak disalah artikan oleh sebagian orang di Indonesia. Kebebasan yang dimaksud tetap harus tunduk dan mengikuti tata tertib yang berlaku sesuai dengan Undang-Undang. Tapi tidak jarang sebagian masyarakat dengan berbagai profesi pernah melanggar kode etik profesi mereka sendiri, dengan alasan kebebasan demokrasi, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berkreasi. Padahal sadar ataupun tidak karena pelanggaran kode etik tersebut juga merugikan pihak lain. Pelanggaran kode etik profesi berarti pelanggaran atau penyelewengan terhadap sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi suatu profesi dalam masyarakat.

Tujuan utama dari kode etik adalah memberi pelayanan khusus dalam masyarakat tanpa mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :

  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
  2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
  3. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.
Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang tak terkecuali bidang teknologi informasi. Kode etik sangat dibutuhkan dalam bidang IT karena kode etik tersebut dapat menentukan apa yang baik dan yang tidak baik serta apakah suatu kegiatan yang dilakukan oleh IT-er itu dapat dikatakan bertanggung jawab atau tidak. Pada jaman sekarang banyak sekali orang di bidang IT menyalahgunakan profesinya untuk merugikan orang lain, contohnya hacker / cracker yang mencuri uang, password leat komputer, pembajakan software, dan banyak pula tindakan kejahatan dilakukan di internet selain hacker dan cracker, dan lain-lain dengan menggunakan keahlian mereka. Kasus seperti itu harus dijatuhi hukuman yang berlaku sesuai dengan kode etik yang telah disepakati. Oleh sebab itu kode etik bagi pengguna internet sangat dibutuhkan pada jaman sekarang ini.

Adapun kode etik yang diharapkan dapat dilakukan oleh para pengguna internet adalah :

  1. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
  2. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok / lembaga / institusi lain.
  3. Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (ilegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
  4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.
  5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.
  6. Bila menggunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
  7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumber daya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
  8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala muatan / isi situsnya.
  9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan teguran secara langsung.

Dan walaupun sudah ada kode etik diatas tetapi tidak semua para pengguna internet dan IT-er mematuhi kode etik tersebut diatas. Selain itu juga sanksi UU Teknik Informatika bagi para pelanggar kode etik profesi dalam bidang TI belum begitu tegas dan jelas.

PENYEBAB PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab pelanggaran kode etik yang biasanya terjadi di lingkungan kita, antara lain :

  1. Pengaruh jabatan
    Misalnya yang melakukan pelanggaran kode etik profesi itu adalah seorang pimpinan atau orang yang memiliki kekuasaan yang tinggi pada suatu profesi. Maka bisa jadi orang lain yang posisi dan kedudukannya berada di bawah orang tersebut, akan enggan untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang untuk diberikan sangsi, karena khawatir akan berpengaruh kepada jabatan dan posisinya pada suatu perusahaan.
  2. Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia, sehingga menyebabkan pelaku pelanggaran kode etik profesi tidak merasa takut untuk melakukan pelanggaran.
  3. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat.
  4. Organisasi profesi tidak dilengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan.
  5. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak profesi itu sendiri.
  6. Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya.
  7. Pengaruh sifat kekeluargaan
    Misalnya, yang melakukan pelanggaran adalah keluarga atau dekat hubungan kekerabatannya dengan pihak yang berwenang memberikan sangsi terhadap pelanggaran kode etik pada suatu profesi, maka ia akan cendrung untuk tidak memberikan sangsi kepada kerabatnya yang telah melakukan pelanggaran kode etik tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika

  • Kebutuhan individu, contohnya korupsi karena alasan ekonomi.
  • Tidak ada pedoman, karena area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan.
  • Perilaku dan kebiasaan individu contohnya kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi.
  • Lingkungan tidak etis contohnya pengaruh dari komunitas.
  • Perilaku orang yang ditiru contohnya efek primordialisme yang kebablasan.

Sangsi Pelanggaran Etika

  • Sanksi Sosial
  • Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
  • Sanksi Hukum.
  • Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hokum Perdata.

Pengertian Etika & Teknologi

Etika

Etika merupakan aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.

Teknologi

Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia dengan menerapkan ilmu pengetahuan (kombinasi teknik ilmiah dan material) untuk memenuhi tujuan atau memecahkan suatu masalah dan untuk memudahkan pekerjaan manusia. 

Kehadiran teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of human yang alami. ( otomatisasi mesin refleks / kewaspadaan melambat ). Contoh orang berkomunikasi saat ini lebih mudah dan banyak pilihan seperti telepon, internet, email, media sosial, setus jejaring sosial.

CONTOH KASUS PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI

Pelanggaran Kode Etik IT

Faktor penyebab pelanggaran kode etik profesi IT adalah makin merebaknya penggunaan internet. Jaringan luas komputer tanpa disadari para pemiliknya di sewakan kepada spammer (penyebar email komersial) froudster (pencipta situs tipuan), dan penyabot digital. Faktor lain yang menjadi pemicu adalah makin merebaknya intelektual yang tidak beretika.

Faktor penyebab pelanggaran kode etik profesi IT


  • Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat
  • Organisasi profesi tidak di lengkapi dengan sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan
  • Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak prepesi sendiri
  • belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi IT untuk menjaga martabat luhur profesinya
  • tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi TI untuk menjaga martabat luhur profesinya.

Terima Kasih sudah membaca Etika Profesi IT. Semoga Bermanfaat!